Sunday, 14 September 2014

Perjalanan ini... terasa sangat menyedihkan

Hi world.
Tidak terasa pernikahan sudah 11 bulan, bulan depan kami genap 1 tahun.
Setelah 5 bulan LDM, akhirnya sudah 6 bulan ini pindah ke Tangerang, berusaha untuk menjadi istri yang baik, mendampingi suami setiap hari dan bebas dari galau ala tante - tante.

Bebas galau kah sekarang???

No.. no..no

Galaunya naik ke level yang lebih tinggi lagi, sekarang galau yang lebih serius, Galau Pengen Jadi Ibu.

Kalau dulu sebelum menikah, galau karena jomblo, serbuan pertanyaan "udah punya pacar belum?" bikin hati berasa teriris - iris *sakitnya tuh disiiiniiiiiii - sambil pegang hati*
Setelah menikah, galau karena LDM, single but not available, jauh dari suami, orang - orang pulang dijemput suami, gw pulang dijemput mang angkot. Serbuan pertanyaan "udah nikah kok jauh - jauhan, apa enaknyaaaa???" bikin hati berasa dicincang.
Setelah tinggal sama - sama dengan suami, sekarang mupeng liat suami - istri gendong bayi, dorong stroler. Serbuan pertanyaan "udah ngisi belum?" bikin hati kaya di habis diiris - iris, dicincang, dikasi tepung, garam, gula dimasukin ke air mendidih *bakso kali*

Hidup itu memang sebuah siklus yang menimbulkan pertanyaan tanpa henti.

Karena sudah pekak ini telinga ditanya kapan hamil, kenapa belum hamil, si Ani baru nikah 2 bulan udah hamil, si Anu temen mama yang nikah bareng kamu udah ngelahirin, si Bedu istrinya semalem ngelahirin loooh, dan lain - lain.
Karena sudah capek makan toge berkilo - kilo, dipecel udah, disoto udah, dicampur di kwetiau, ditumis udah, dikredok udah, bahkan direndem air panas dan dimakan tanpa bumbu satu mangkok sekaligus juga udah.
Karena sudah capek hitung - hitungan hari, atur posisi, angkat kaki keatas, sikap lilin, kayang, jungkir balik.
Karena sudah capek minum vitamin ini itu.
Akhirnya menyerahkan diri ke dokter untuk konsultasi masalah infertilitas (sebenernya sih belum bisa dikategorikan sebagai infertilitas karena definisi infertilitas itu tidak terjadi kehamilan setelah berhubungan seksual secara teratur selama 1 tahun, gw kan baru mulai berhubungan seksual teratur selama 6 bulan terakhir).
Karena bingung mau ke dokter mana (berhubung masih newbie di Tangerang) akhirnya browsing dan dapet info kalau dokter di RS. Hermina Tangerang ada yang bagus, antara Dr.Iwan Darmawan SpOG atau Dr.Budi Maryanto, SpOG. Karena pas si hubby libur adanya jadwal praktek Dr.Budi akhirnya pilih ke Dr.Budi.
Dalam hati sih, ini kan cuma konsul pertama, palingan juga dikasi multivitamin dan istilah awamnya "obat penyubur" doang. Tapi pada kenyataannya, perkiraan tidak sesuai kenyataan. Masalahnya lebih dari sekedar "kurang subur".

Anamnesa awal dokter cuma kapan menikah, kapan mulai mencoba program kehamilan, apa saja upaya yang sudah dilakukan. Setelah dijawab lengkap, dokternya langsung ajak USG.
Dan ternyata saat di USG ada kantung yang seharusnya tidak tampak pada uterus (rahim) normal. Dokternya bilang itu adalah hidrosalping, bahasa awamnya : leher rahim yang terisi cairan. Hidrosalping yang keliatan di USG cuma 1 di sebelah kiri. Sebelah kanan tidak tampak ada kelainan.
Hidrosalping itu membuat tuba jadi tersumbat, jadi spermanya nggak bisa ketemu sama sel telur, kalaupun bisa ketemu, embrionya tidak bisa menempel di rahim karena cairan dari hidrosalping itu merusak lingkungan rahim yang normal.

Cuma ini baru diagnosa awal aja, diagnosis pasti ditentukan dengan HSG (histerosalpingografi) jadi memasukkan zat kontras (sejenis zat pewarna) kedalam uterus dengan kateter, trus di foto dengan X-ray untuk liat apakah ada sumbatan atau tidak di leher rahimnya. HSG ini hanya boleh dilakukan kalau gw udah pasti tidak hamil, karena gw dateng pas masa subur dan setelah menstruasi bersih gw sudah berhubungan sama hubby. Jadi dokternya menyarankan untuk janjian HSG di hari ke 2 - 4 setelah menstruasi bersih di siklus berikutnya.
Selain disarankan HSG, si hubby juga dianjurkan untuk ngejalanin analisis sperma. Soalnya kalo ternyata si hubby juga bermasalah, pengobatannya bisa jalan dua - duanya.

Setelah dari ruang dokter disaranin untuk ke ruang Radiologi dan Laboratorium untuk konseling awal persiapan HSG dan analisis sperma. Di radiologi dikasi penjelasan lagi tentang syarat "2 - 4 hari setelah bersih dari menstruasi dan tidak berhubungan tadi", dan dijelasin proses pemeriksaannya, bahkan diliatin hasil dari HSG punya pasien lain. Yang bikin deg - degan adalah.... ternyata prosesnya pakai tenakulum (kaya klem panjang yang ada kaitnya diujungnya buat megang serviks, jadi rahimnya posisinya lebih lurus). Walaupun nggak semua dokter pakai, kata bapak radiografernya, senaiknya tenakulum tetep dipake, apalagi kalo ternyata posisi uterusnya retroversi. Kateter yang dipake juga bisa yang dari karet atau dari besi, tergantung posisi uterusnya. Karena berpengalaman beberapa kali masang tenakulum ke pasien, kebayang langsung nyeri mengigit tenakulumnya. Belum diapa - apain perut berasa mules - mules gimanaaa gitu. Sakit nggak sih? Deg - degan nih :D
Untuk harga, kalau di RS.Hermina 1.200.000, itu udah total, sama jasa dokternya. Dokter yang melakukan HSG bukan Dr.Budi, ada dokter perempuan sih katanya, jadwalnya sesuai perjanjian, telpon dulu 2 hari sebelumnya.

Terus dari radiografi ke Laboratorium. Disini dikasi penjelasan kalo analisis sperma bisa kapan aja di hari kerja, antara jam 7 - 9. Nah, kenapa musti pagi - pagi, nggak paham juga deh. Karena sperma terbaik di jam - jam itu kali yah. Dijelasin sama laborannya kalo mau analisis sperma, tidak boleh mengeluarkan sperma dalam waktu minimal 2 hari maksimal 7 hari sebelum cek. Harganya murah, cuma 220.000.

Habis dari dokter masih senyum - senyum semangat sok ceria gitu. Suami anteng - anteng aja, nurut kemana kaki istri melangkah.
Sampe rumah.... menjelang tidur, setelah si hubby ngorok, grok - grok - grok, mulai kepikiran sama suspek hidrosalpingnya itu. Tangan mulai gratil pengen browsing. Padahal udah diniatin, nggak mau tau rinci apa itu hidrosalping, cukup tau info dasar aja dari dokter supaya tetep tenang. Tapi apa daya, rasa penasaran membuncah, dan akhirnya malem - malem browsing juga tentang hidrosalping. Awalnya cuma browsing informasi dasar aja, informasi pasien gitu. Tapi lama - lama kok makin serem dengan penjelasannya yang ngarahin ke IVF (bayi tabung) semua.
Akhirnya baca - baca lagi pengalaman - pengalaman orang - orang yang punya masalah hidrosalping juga dan kebanyakan juga ceritainnya berakhir dengan IVF. Berhubung terbiasa dengan publikasi ilmiah, dan masih menolak kenyataan, berharap dapat penjelasan berbeda, akhirnya buka - buka jurnal - jurnal dan hasilnya sama. Prognosis buruk, tingkat kehamilan rendah.

Oh my God.... berasa runtuh ini dunia.

Di kepala cuma ada kalimat kemungkinan hamil rendah. Cobain IVF dengan biaya mahal dan belum tentu berhasil di siklus pertama. Sebelumnya harus laparotomi untuk angkat tuba atau oklusi tuba.

Apaan nih, kenapa jadi ribet begini urusannya? Niat awal cuma konsul, kok jadinya malah dapet kabar buruk begini. Syok berat, nangis semaleman sampe mata bengkak. Pelanin suara isak tangisnya biar si hubby nggak kebangun, redam pake bantal dan suami tetep tidur pulas dengan wajah tanpa dosa. Pagi - pagi bangun, masih gegoleran dengan mata bengkak di tempat tidur, ditanya kenapa sama si hubby, air matanya ngalir deres lagi. Si hubby ternyata nggak paham banget sama kata - kata dokternya, dia pikir dengan antibiotik aja bisa hilang, kaya bisul. Padahal mah jauh lebih serius dari itu masalahnya. Setelah dijelasin lagi dan ceritain hasil baca semalem, si hubby seperti biasa, selalu kalem dan cuma senyum aja sambil bilang "jangan terlalu berpikiran negatif, itu kan kemungkinan terburuk, masih ada peluang", karena si gw orangnya bukan tipe yang berpatokan sama kemungkinan terbaik, walaupun suami tampak anyem - anyem aja, tetep aja pikiran nggak tenang.

Sedih banget rasanya membayangkan kemungkinan terjelek, ngga bisa hamil. Padahal udah nyiapin tabungan rencana di bank buat biaya hamil dan melahirkan. Ngga bisa ngerasain ngidam, ngerasain ada janin kecil tumbuh di rahim, ngerasain pamer foto baby bump (padahal udah punya konsep foto pregnancy sama fotografer langganan), ngerasain sakitnya kontraksi, ngerasain peluk bayi kecil sambil ngasi ASI, sibuk siapin MPASI, pasang DP anak. Aaah... bisa nggak ya??? Mudahkan jalan kami ya Tuhaannn....

Efeknya, sekarang sangat sensitif dengan bayi, dan orang hamil.
Liat iklan bayi di TV, liat orang jalan bareng anaknya, liat temen pamer status hamil di medsos, liat temen pajang foto anak di medsos, jadi keseellll banget. Kalo ada iklan di TV langsung ganti, buka medsos males. Iri banget, liat orang semudah itu mendapatkan anak, sementara gw harus berjuang, sakit badan diperiksa ini itu, minum obat ini itu, sakit hati nunggu lama, sakit hati karena iri, sakit hati karena ledekan dan pertanyaan sana - sini.

Tapi setelah baca - baca pengalaman orang lain di beberapa forum, jadi kuat hati. Ternyata banyak yang punya pengalaman yang sama. Bahkan kondisinya lebih kompleks dari gw. Banyak yang sudah mencoba berbagai cara, beberapa kali gagal IVF, tapi nggak pernah nyerah dan terus coba. Gw baru mau HSG aja udah ngedown duluan.
Selalu ada cara, selalu ada jalan. Tuhan nggak mungkin kasi cobaan yang diluar batas kemampuan kita. Sekarang mah harus tetep semangat. Move on dan move up.

Gw memutuskan untuk udahan ngurusin masalah hamil - hamilan dulu. Sekarang fokus ke pengobatan masalah hidrosalpingnya dulu. Cari uang banyak - banyak. Menata karir yang lebih baik, supaya punya bekal untuk berobat dan IVF. Dan yang paling penting, menjaga diri supaya tetap cantik dan bikin suami betah dirumah, lengket kaya kena lem super glue, hehehe.
Tapi mudah - mudahan suatu saat bisa hamil spontan. Banyak - banyak berdoa dan tetap berusaha saja lah dulu.

Inilah hidup... ada yang punya kelebihan, ada yang punya kekurangan.
Ada yang diberi kemudahan langsung dapet, ada yang dikasi halangan rintangan dulu.


Monday, 3 February 2014

New Life : Bebas galau ala jomblo, menderita galau ala tante-tante

Tunggu-tunggu.... karena udah lama ngga ngeblog sebelum kita mulai, karena katanya kebersihan sebagian dari iman, ada baiknya gw bebersih dulu
*ambil kemoceng, lap debu, bersihin sarang laba-laba*

Hello.... dunia blogger sebangsa dan setanah air
Wellcome again to my *karatan* blog
Setelah entah berapa tahun ngga pernah nge post, akhirnya, niat ngeblog datang kembali. Yeaaah, moody blogger memang saya ini.

Dan saudara setanah air (seolah-olah yang baca blog gw banyak, padahal mah setahun yg view cuma 5 orang), kalau kalian membaca isi blog ini dari awal, isinya tak lain dan tak bukan adalah kegalauan masa jomblo belaka. Kegalauan kronis yang menggerogoti selama bertahun-tahun (baca:dari orok-25 tahun). Mungkin ada beberapa yang baca 2 postingan langsung muak, atau yang merasa senasib biasanya lebih betah baca karena merasa ada yang lebih merana hidupnya dari mereka.

Tapi postingan ini adalah titik balik saudara-saudara. Dengan postingan ini, saya mengabarkan sebuah kabar gembira, bahwasanya, jorok (jomblo dari orok) ini telah terlepas dari kutukan kejombloannya, melepaskan diri dari belenggu kegalauan yang selama ini melanda, dan menggerogoti.

Saya sudah menikah saudara-saudara...

Can u believe it? It's a miracle isn't it?

Setelah penantian panjang penuh kegalauan, akhirnya tuhan memberikan jawaban. Akhirnya tuhan mendengar doa-doa gw selama ini. Pada bulan Oktober 2013, akhirnya gw menikahi seorang pria yang tidak terlalu tampan, tidak terlalu kaya, tidak terlalu pintar, baik hatinya, dan yang terpenting cukup sabar menghadapi kecerewetan gw, sebut saja namanya PANDA. Kenapa panda? Karena buncit perutnya, gempal badannya, tapi cute dan menggemaskan.

Yah, akhirnya ada juga yang melihat gw sebagai calon istri potensial. Ini adalah bukti bagi para jomblowan dan jomblowati yang masuk kategori jorok atau jomblo kronis, bahwa, seperti yang Mariah Carey bilang: "there must be miracle, when you believe", pasti ada keajaiban bagi para jomblo. Yang harus dilakukan hanyalah bersabar, dan jangan terlalu perfeksionis, maunya yang begini-begitu, yang ini yang itu, ingat kata pepatah: "kenapa harus cari yang sempurna kalau yang sederhana bisa membuat bahagia" (waras mode: ON).

Gw menghentikan kejombloan gw tepat ketika para jomblo tertekan oleh bully dari berbagai pihak di media sosial. Sungguh terlalu, jomblo adalah pilihan saudara-saudara, bukan nasib. Jadilah jomblo yang beradab, jomblo high class, jangan rendahkan status jadi cabe-cabean cuma karena kalian ingin berhenti jadi jomblo.

Oke, back to the right track....
Walaupun gw sudah menikah, tenyata kegalauan belum berakhir.
Jarak memisahkan gw dan panda. Dia di jakarta raya, gw di lampung sang bumi ruwa jurai.
Alasan pekerjaan memisahkan kami, gw masih ada kontrak ngajar dan suami nggak mungkin pindah ke lampung.

Maka, kegalauan akibat jomblo kronis, digantikan dengan kegalauan akibat jab*ay (unappropriate word, tapi ngga ada kata lain yang bisa menggantikan kata ini dalam konteks kalimat tersebut) kronis. Jadi, titik balik dalam kehidupan gw adalah menggeser status dari single jadi single but not available, menikah statusnya tapi pada kenyataannya tetap sendiri, kemana mana sendiri, menjalani hidup sendiri. Ketemu cuma sebulan sekali, sebulan dibalas 2 hari.

Yakin deh, sekarang ini banyak banget yang bernasib sama dengan gw. Long distance marriage (LDM) udah bukan hal yang asing, karena banyak yang menikah tapi hidup terpisah karena pekerjaan atau pendidikan. Gw masih beruntung masih 1 negara, cuma dipisah selat sunda. Kasian yang beda negara, beda benua.

Tapi, bagaimanapun keadaannya, life must go on. Berani mengambil keputusan artinya berani menanggung risiko. Walaupun masih galau, paling ngga galau gw naik level, jadi galau ala tante-tante.

So... kalau lo berharap postingan blog gw akan berubah, lo salah. Episode postingan galau gw belum berakhir, galau gw cuma naik level. Siap-siap terima muntahan kegalauan ala wanita (bukan ibu, gw belom jadi ibu) setengah rumah tangga (setengah nikah-punya surat nikah, sudah muhrim, tapi hidup ala jomblo).

Welcome to my new life :)

Friday, 14 June 2013

Menghitung Bulan (Part III) : Pake baju apa yaaa???

Sebagai Bali sejati (lebay) pastinya acara gw menggunakan pakian adat Bali, cuma... karena acaranya buanyak, otomatis harus menyiapkan banyak kostum.
Keuntungan punya ibu perias pengantin adalah pakaian adat bali gratisan, hahahaha. Kalau sewa perias pengantin Bali di Lampung ini sekitarn 2,5 - 5 jutaan. Lumayan lah hemat segitu.
Tapi gw tetep harus bermodal untuk urusan kostum karena acara yang pakai pakain Payas Agung cuma di resepsi, di acara Mepamit dan Pawiwahan rencananya sih pakai modifikasi dengan Kebaya.
Kebaya untuk acara di Lampung gw siapin 1, itupun udah beli bahan dari bulan Mei dan sedang di proses di tukang jahit. Kenapa gw sudah jahit kebaya dari 6 bulan sebelumnya? Karena :
  1. Proses menjahit kebaya pengantin itu makan waktu sekitar 1 bulan
  2. Gw mau payet kebayanya sendiri, hemat dan kalau terlibat di pembuatannya pasti lebih berkesan ketika dipakai
Nekat memang pasang payet kebaya sendiri, cuma gw sudah melatih kemampuan payet memayet gw (ya elah bahasa gw :p) sebelumnya di pembuatan ekor pengantin pesenannya client ibu (apa sih istilahnya kain panjang menjuntai - juntai yang dipake pengantin itu??) dan terbukti gw tahan ngerjainnya walaupun ngejelimet dan ngebosenin. So... yeah, gw mau payet kebaya gw sendiri.

Model kebaya gw gambar sendiri, setelah cari inspirasi dari internet, intip - intip galeri kebaya designer - designer macam Marga Alam, Inar, Vera, Maha Kemala trus intip facebook rumah - rumah jahit, dan beli majalah - majalah kebaya (damn, they are so expensive ya). Gw suka banget dengan model - model kebayanya Verakebaya (cari di instagram atau kalo nggak bisa di hp pake webstagram), kebayanya sederhana, nggak bling - bling atau kebanyakan detail macem - macem, polos tapi anggun gitu. Seandainya gw punya cukup tabungan untuk bikin kebaya disana, hiks (T__T). Ya tapi gpp lah, berhubung nggak kebeli, gw meniru aja model kebaya pinguinnya verakebaya trus dikasi bordir di bagian dada meniru bordir di kebayanya marga alam. Karena kebayanya belom jadi, gw cuma bisa berdoa mudah - mudahan tukang jahitnya bisa membuat seperti yang gw pengen.

Sesuai tema low budget gw, gw pilih bahan yang tidak mahal tapi bisa dibentuk dengan mudah dan motifnya cantik. Setelah konsul model yang gw pengenin, kasi gambar ke tukang jahit, tukang jahitnya kasi saran untuk beli bahan brokat korea.  Setelah muterin pasar Tengah, gw nemu brokat korea warna soft pink di toko Ovitex di Bandar Lampung dengan harga setelah tawar menawar Rp.250.000,- per meternya, kalau di Jakarta lebih murah kali yaa?? Gw beli 3 meter karena gw bikin kebaya panjang, trus dikasi bonus sama cici tokonya 0,5 meter dengan tambahan uang 75 ribu karena ngabisin sisa brokatnya. Setelah tau wujudnya brokat korea, setuju dengan penjahit gw, bahannya memang cocok untuk dipakai bahan kebaya pengantin karena selain bahannya adem dan lembut jadi nempel di badan, motif bunganya bagus dan mudah dibentuk.

Thursday, 13 June 2013

Menghitung bulan (Part II) : persiapkan dari jauh - jauh hari

Dari si pacar menyebutkan rencana menikah bulan 10 sekitar bulan Desember tahun lalu, gw sudah mulai menyiapkan beberapa hal kecil yang seringkali diabaikan orang, satu hal yang paling penting adalah Pre Marital Check Up atau cek kesehatan pra nikah #dasarbidanjadisekalianpromosikesehatannihya

Pre Marital check up adalah salah satu bentuk upaya untuk mengenali calon suami/istri, bukan cuma kenal kepribadiannya, keluarganya, kebiasaannya, tapi juga mengenal masalah kesehatannya. Jangan cuma fokus ke persiapan uang untuk acara akad, resepsi, beli cincin, dekorasi, kostum, make - up, dll. Itu urusan di satu hari saja, urusan kesehatan itu akan mempengaruhi masa depan berdua.


First of all, ketika kalian memutuskan untuk menikah adalah, jujur kepada pasangan tentang masalah medis atau gangguan kesehatan apapun yang kalian miliki. Apapun bentuknya, alergi, penyakit kronis, dan terutama penyakit menular (lebih spesifik lagi penyakit menular seksual). Jangan takut untuk terbuka, karena kalau memang mau jadi suami/istri toh harus mau menerima apa adanya kan, bukan ada apanya.

Kenapa jujur tentang masalah medis itu penting? Karena :
  1. Persiapan mental
    Calon suami/istri bisa mempelajari masalah kesehatan yang dihadapi dan ketika masalah tersebut muncul maka akan lebih siap untuk menghadapinya dan tau harus berbuat apa ketika masalah tersebut muncul
  2. Persiapan finansial
    Ketika ada masalah medis yang akan mengganggu proses kehamilan atau persalinan, maka biaya tambahan untuk mengatasi komplikasi tersebut selama kehamilan atau persalinan sudah bisa dipertimbangkan dan disiapkan. Contoh : wanita yang memiliki penyakit diabetes akan berisiko mengalami giant baby (bayi >5 kg) dan akhirnya harus menjalani persalinan secara sectio caesaria (SC). Karena biaya perawatan kehamilan dan biaya SC mahal, maka lebih baik save money untuk tabungan hamil dan melahirkan dari pada dibuang - buang untuk acara resepsi yang mewah. Atau bahkan bisa siapkan dengan mulai mengikuti asuransi kesehatan atau tabungan berjangka
  3. Persiapan kesehatan
    Untuk kasus penyakit menular, seperti hepatititis, TBC, TORCH, dll, calon suami/istri bisa dilindungi dengan pemberian imunisasi atau obat - obatan pencegahan. Ada baiknya untuk berkonsultasi, datang bersama ke dokter yang biasa merawat untuk mendapatkan nasehat dan masukan mengenai tindakan pencegahan penularan. 
Nah, kalau sejauh inikalian merasa tidak punya masalah apa - apa, bukan berarti urusan kesehatan pra-pernikahan selesai ya...
Inti dari pre marital check up bukan cuma mengetahui masalah kesehatan yang dimiliki pasangan, deteksi dini, dan pencegahan penularan jika ada penyakit menular, tapi ada juga tujuan persiapan kehamilan. Premarital check up wajib dilakukan, paling tidak 6 bulan sebelumnya, why? karena jika ada masalah atau penyakit menular tertentu, pengobatan dan imunisasi bisa diselesaikan sebelum menikah.
Sekarang sudah banyak kok rumah sakit dan laboratorium klinik yang sudah memiliki program atau paket pre marital check up. Atau bisa juga datangi dokter keluarga dan minta surat pengantar ke laboratorium untuk check beberapa penanda penyakit tertentu.

Jangan malas melakukan pre marital check up ya, sedia payung sebelum hujan, lebih baik baik mencegah daripada mengobati, semakin awal diketahui semakin baik peluang untuk sembuh :)

14 Juni 2013 - 4 bulan lagi

Empat bulan menuju 14 Oktober
OMG, time move fastly, walaupun sudah direncanakan 6 bulan yang lalu, tetep aja sampe sekarang persiapan belum matang sematang - matangnya :(
Hal yang membuat pusing 7 keliling adalah perubahan runtutan acara, dulunya rencana ke Bali belakangan, sekarang pindah kedepan.  Runtutan acara sampai sekarang masih GAJEBO, dan kalau ada yang bilang semakin dekat ke harinya semakin banyak cobaannya, itu benar.
Rasanya seperti mengulang semua dari 0, waktunya empat bulan lagi dan kami berubah rencana saudara - saudara!!!!!




Anyway, walaupun acaranya masih ngga jelas, persiapan yang lain tetep harus berjalan. Nggak perduli dengan urusan yang lain - lain, gw memutuskan untuk fokus ke persiapan di Lampung, terutama persiapan resepsi. Mau dibilang urusan duniawi kek, bukan yang utama kek, pada kenyataannya resepsi pernikahan adalah bentuk rasa syukur orang tua, dan bentuk dari ungkapan kebahagiaan orang tua dan penghargaan orang tua untuk anak, dan sebaliknya.

Walaupun urusan pernikahan memang kewajibannya orang tua, sebenarnya gw sendiri nggak enak hati kalau sampai memberatkan mereka. So, dari pada membuat acara yang mahal - mahal, gw memilih untuk bikin acara low budget tapi punya konsep yang out of the box, sederhana tapi beda dari yang biasanya. Konsekuensi dari bikin acara pernikahan low budget adalah menyiapkan semua - muanya sendiri, kalau pake WO atau EO itu bisa nambah 10-25 jutaan untuk bayar jasa mereka. Termasuk di urusan pakaian, dekorasi, dll, kalau dikerjakan sendiri (kalau bisa tapi yaaa...) biaya bakalan jauh - jauh - jauh lebih murah.
Karena posisinya nyokap perias pengantin dan penyedia dekorasi pelaminan bali, so... kami bisa menghemat budget make - up, kostum dan dekorasi.

Buat kalian yang pengen bikin acara low budget tapi tetep "wah", I'll share my experience here, atau kalau kalian pernah bikin acara dan mau share pengalaman ditunggu commentnya :) 



Saturday, 20 April 2013

Menghitung bulan (part 1) : Langkah tegap majuuuuu.... jalan!

Berapa lama sih waktu dari pendekatan ke pacaran, dari pacaran lalu memutuskan menikah yang ideal? Klau tanya mbah google pasti jawabannya macem - macem. Kalo gw, jawabannya seperti Einstein, relatif. Kenapa relatif? Karena tiap orang memiliki pola pengambilan keputusan yang berbeda dan latar belakang siatuasi dan kondisi yang berbeda. Ada yang 10 tahun pacaran, ujung - ujungnya nggak jadi, ada yang baru ketemu sebulan, langsung nikah. Kalau dicari pake statistik mungkin bisa di cari mean, median (halaaah.... efek kebanyakan kuliah epidemiologi), cuma kalau dicari apakah ada waktu yang ideal, jawabannya relatif.

Gw sendiri bisa dibilang mengambil keputusan dalam waktu singkat, bahkan kalau ditanya kenapa gw mau sama Mr. gw juga susah menjelaskan. Why? Karena apa yang dirasa kadang - kadang sulit untuk dijelaskan. Intinya, siapa yang bisa membuat paling nyaman, itu yang dipilih, iya kan?

Kalau nonton di TV, urusan lamar melamar itu pake acara - acara lebay macam apalah judulnya itu yg ngelamar di liput TV atau bahkan acara di Star World kaya Mobbed yang bikin surprise waktu lamaran, romantis - romantisan, dll. Kalau gw, karena si pacar bukan tipe manusia romantis - romantisan, doi langsung tanya "ada hari baik untuk menikah bulan sekian tahun sekian, pilih mana?" dan jawaban bodoh gw adalah "kok langsung ke tanggal, emang gw udah bilang mau nikah?" hahahahahaha. We are a weird couple. Aneh dua - duanya memang, makanya cocok, hehehe. Kami bahkan nggak tau kapan kami sebenarnya mulai pacaran, everything just flow like water, mengalir begitu saja, nggak perlu banyak basa - basi, hehehe.
Kalau ditanya kenapa mau sama pacar, jawaban gw cuma : karena merasa nyaman. Singkat, jelas, padat.
Umur sudah cukup, keyakinan sudah mantap, tinggal langkah tegap majuuu.... jalan!

So, setelah meminta pertimbangan dan masukan dari keluarga dan teman, berdiskusi panjang lebar, mengatasi perbedaan, menerima kekurangan, kami sepakat dengan bulan Oktober. Dalam adat Bali (dan mungkin juga di beberapa daerah, seperti Jawa), penentuan hari pernikahan itu nggak gampang, banyak pertimbangan, nggak boleh di hari kelahiran, nggak boleh sekian hari dari hara raya Galungan, ada perhitungannya yang gw juga nggak begitu paham. Sempet berdebat karena pemilihan hari dan tanggal yang menurut gw nggak pas, dan akhirnya setelah penjelasan 2 kali panjang + lebar (keling - keliling) dari pacar lebih ngerti tentang beginian gw menyerah dan ngikutin keputusan :
  • Pawiwahan (kalau di Muslim namanya ijab kabul) : Tanggal 14 Oktober . Lokasi di rumah kediaman keluarga pacar (kalau adat Bali, pernikahan dilangsungkan di keluarga laki - laki) di Lampung Timur.
  • Mepamit (meminta izin dan memberi kabar ke keluarga besar bahwa anak perempuannya sudah menjadi istri dan ikut ke keluarga suami) : Tanggal 18 Oktober. Lokasi di rumah keluarga besar di Tabanan, Bali.
  • Resepsi : Tanggal 27 Oktober. Lokasi di Bandar Lampung. 
Ribet? Ini udah di ringkas saudara - saudara. Gw pernah ngikutin runtutan pernikahan adat Bali yang sesungguhnya, sepupu gw waktu itu yg menikah, di Bali, aduh biyuuungg.... ribetnyaaaa. Bolak - balik, mondar - mandir. Gw yang cuma ngikutin aja puyeng, gimana yg punya acara tuh. Nah, karena kebetulan kedua pihak keluarga sudah sama - sama perantauan, jadi acara di buat ringkas dan memaksimalkan waktu. Biasanya kalau di Bali, nggak ada acara resepsi di pihak perempuan, karena sistem di Bali memang patrilinial, jadi lebih repot ngurus kawinan anak laki - laki daripada perempuan. Cuma kalau versi keluarga besar gw, dan hampir semua orang tua perantauan di Lampung, Jakarta, dan sekitarnya, anak perempuan dan laki - laki harus diperlakukan sama, jadi semuanya dibuatkan acara resepsi.

Tapi ternyata rencana awal berubah, setelah mempertimbangkan dan diskusi dengan keluarga di Bali, biar nggak bolak - balik dan nggak mepet dengan hari raya Galungan, acara resepsi di majukan ke tanggal 20 Oktober dan ke Bali 1 bulan setelah Galungan. Batal deh rencana honeymoon di Bali, hehehe, di Lampung aja cukup lah :D

Menghitung bulan

Yeaaayyy... akhirnya setelah sekian lama, niat dan minat untuk posting blog muncul lagi, hehehe
*bawa kemoceng dan lap butut - ngebersihin debu dan sarang laba - laba di blog*

Well, setelah sekian lama berlalu, hari - bulan - tahun sudah lewat dan gw tetep stuck di kota Bandar Lampung tercinta, Lampung Sai Sang Bumi Ruwa Jurai. Urusan kuliah *yang akhirnya kelar juga* dan urusan terjemahan *yang semakin menumpuk* bener - bener menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran dan menyebabkan ke-tidak aktifan gw di blogging memblogging. Padahal sebenernya kalau bahan  - bahan terjemahan itu gw ringkas buanyaaaakkk banget bahan bagus yg bisa di share, cuma waktunya euy... menerjemahkan saja sulit bagi waktunya, meringkasnya lebih sulit lagi bagi moodnya, hehehe (singkat kata : males).

OK, cukup intronya...
Back to the track, sesuai dengan judul, gw hari ini mulai menghitung bulan ke bulan Oktober. Ada apa di bulan Oktober? It's "astungkara" gonna be wedding month (yippiieee.... uhuk-uhuk). Kenapa wedding month? bukan wedding day? karena selama sebulan runtutan acaranya banyak, hehehe.

Penetapan tanggal sebenernya udah diambil dari awal tahun, cuma karena persyaratan dari ibu, nggak boleh menikah sebelum kami lulus kuliah, gw dan si Mr. (my bofriend) yang waktu itu baru mulai nyusun thesis dan belum tau kapan kelarnya (lebih tepatnya ngga jelas bakalan bisa kelar tahun ini apa nggak, hehehe), kami belum berani membicarakan lebih serius. Setelah ada tanda - tanda kemajuan thesis, baru deh di awal bulan Februari ada pembicaraan antar keluarga dan ditetapkanlah bulan Oktober sebagai bulan keramat :p

Karena waktunya masih lama, jadi masih santai - santai aja, nggak mikirin ini itu, dan akhirnya santainya kebablasan karena setelah dihitung - hitung waktunya tinggal 6 bulan lagi...!!!!!!

Sejauh ini gw baru cari - cari info tentang apa saja yang harus disiapkan, berapa kira - kira dana yang dibutuhkan (baik dari dana kantong gw sendiri dan suntikan dana dari ortu), baca - baca pengalaman blogger yang sharing persiapan pernikahannya dan liat - liat tema warna, konsep dekorasi dan pakaian adat Bali.

6 months to go, lumayan banyak waktu untuk menyiapkan diri, menyiapkan dana dan menyiapkan kebutuhan lain, doakan saya (>.<)




Sunday, 5 August 2012

Rencana Jangka Panjang

Wohoooo... What up blogger?? Udah lama banget ga ngeblog, dashboard blog gw sampe ada sarang laba-labanya kelamaan ngga di update, hehehe. Sedang 'sok' sibuk belakangan ini.

Anyway, kembali ke judul.

Seminggu yg lalu, gw nonton serial How I Meet Your Mother Season 7, ditanyangin marathon di Star World. Di episode entah berapa, ada satu cerita dimana Ted ngajak Barney dan Marshal nonton Trilogi Star Wars, mereka rutin nonton bareng film ini setiap 3 tahun sekali. Nah, setiap 3 tahun, setelah film selesai ditonton, mereka berandai-andai apa yang akan terjadi, dimana dan seperti apa mereka 3 tahun kedepan, setelah itu mereka mengingat lagi apa bayangan mereka 3 tahun yg lalu dan apa yg kenyataannya terjadi. Tapi tahun ini, mereka ngga mau membuat rencana 3 tahun mendatang karena rencana mereka dari beberapa tahun yg lalu tidak ada yg jd kenyataan.

Nah, selesai nonton ini, gw langsung inget kalo dulu tiap tahun, di malam tahun baru (yg pasti gw habiskan duduk manis di rumah depan lap top) gw selalu bikin resolusi tahun baru yg gw ketik di Ms.Word dan gw save dengan password. Tapi kebiasaan ini berhenti di tahun 2009, karena tiap tahunnya segala upaya untuk mencapai resolusi sudah gw lupakan di minggu kedua. Contoh, resolusi : makan makanan sehat, 1 minggu pertama : ga makan daging, makan rutin, buah, sayur, 2 minggu : makan di warung steak enak nih..., 3 minggu : damn, bakso emang enak banget, dan seterusnya sampe gw lupa punya resolusi dan baru inget apa yg gw pernah ketik di malam tahun baru ke tahun berikutnya waktu gw mau kumpulan "resolushit" lainnya.

Seringnya, kita buat rencana ini - itu, cita - cita setinggi gunung Everest (ga usah setinggi langit, setinggi Everest aja ga kesampean melulu), tapi rencana cuma tinggal rencana karena seringkali kita lupa untuk memaksimalkan satu hal penting : UPAYA.

Pernah denger istilah NATO? Bukan-bukan, bukan NATO di pelajaran sejarah (apa ya kepanjangannya, lupa :P), NATO itu singkatan dari No Action Talk Only. Banyak bicara sedikit bertindak. Kebanyakan orang seperti ini, dan termasuk saya. Kesel sediri dgn keNATO-an gw, then gw berhenti bikin resolusi.

Sampe di tahun baru 2011, setelah lulus kuliah, akhirnya ortu menanyakan : apa rencananya setelah ini dan 5 tahun kedepan??
Gw bengong, nyengir dan bilang : ngga tauuuu!!

Setelah ngomel-ngomel karena hidup tanpa planning, akhirnya gw terpaksa mikir juga, apa ya target gw 5 tahun kedepan???

Berhenti bikin resolusi, gw berpindah ke lain hati dengan bikin Rencana Jangka Panjang (RJP). RJP gw isinya simpel, cuma berupa list target apa yg harus gw capai dalam 5 tahun kedepan.
Supaya ngga NATO lagi, gw jabarkan smua rencana ini ke Ortu, jd ketika gw mulai entah sengaja atau enggak, tiba - tiba lupa ingatan dengan target - target ini, ada yg mengingatkan. Dan kelebihan dari nge-share target - target ini ke orang tua adalah mereka bantu untuk kasi masukan upaya apa yg harus dilakukan untuk mencapai target.

Pernah baca The Secret (Rahasia) ini buku motivasi best seller, atau buat yg males baca buku, ada juga versi DVDnya. Penulisnya, lupa gw namanya siapa, bilang ada 3 rahasia untuk mencapai atau mendapatkan apapun yg kita inginkan, agak ribet memang bahasanya, tapi kalau disimpulkan untuk mendapatkan apapun yg diinginkan cuma butuh pelaksanaan dari 3 kata : ask for it (minta), believe it (percaya), receive it (terima). Ketika ada yg kita inginkan tentukan dengan jelas apa, minta, minta ke diri sendiri, minta ke Tuhan, setelah minta kita ngga boleh cuma cuap-cuap minta terus, kita harus percaya kalo kita pasti akan mendapatkan apa yg kita inginkan, jadi kita akan mulai menyiapkan kedatangan apa yg kita minta, walaupun belum tentu apa yg kita minta itu kita dapatkan sesuai dengan yg kita inginkan.
Kalau habis baca buku ini, semangatnya emang luar biasa, tapi lagi - lagi penerapan isi bukunya cuma anget-anget feces ayam, hehe. Buku ini gw dapet tahun 2008, tapi sampe sekarang gw ngga pernah menerapkan isi bukunya, dasaarrr bebel (>.<)

Ok, gw memang nggak pernah bener - bener menerapkan apa isi The Secret, gw punya pendekatan sendiri untuk RJP gw, which is : hemat kata tapi kaya upaya.

Berhenti cuma bikin rencana, langsung ke upaya aja, gimana hasilnya : pasrah saja lah, yg penting sudah usaha. Lebih baik menyesal karena gagal setelah berulang kali mencoba dari pada menyesal karena sama sekali tidak berusaha.

Sama dengan orang - orang pada umumnya, target gw setelah lulus kuliah adalah kerja, cukup modal, menikah, punya anak. Upaya untuk itu tiap orang punya caranya masing - masing. Target kerja gw memang belum tercapai maksimal, but at least I tried my best. Target menikah, oh no...ini yg paling berat, nggak segampang yg dilihat di film-film kartun Disney, ketemu - pacaran - nikah. Padahal untuk melewati masing - masing tahapnya prosesnya rumit, banyak rintangannya. Dan terutama, saat kita sudah ketemu dengan orang yg hampir tepat, untuk memutuskan kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya (wedding) itu banyak yg harus disiapkan. Siap fisik (pastikan sehat, bebas anemia, bebas infeksi, tubuh siap untuk menghadapi kehamilan dan persalinan, ehemm...konsep bidan, hahahaha), siap mental (yakin ni orang bakalan ada sampe gw tua? dan meninggal? yakin ni orang bisa monogami sampe mati? siap buat terima apapun kurang - kurangnya orang itu nanti? siap memghadapi apapun masalahnya nanti?), siap finansial (nikah butuh duit banyak euy, udah punya duit buat biaya kehamilan? melahirkan? perawatan bayi?). Banyak yg bilang : jalanin aja, nanti juga ketemu jalannya. Kalo gw nggak setuju dengan konsep ini, harus ada upaya maksimal untuk mencapai tahap itu. Fisik gw belum siap (indeks massa tubuh gw kuraaaaanngg!!! Siapa yg mau jd donor lemak???), mental gw belum siap, dan secara finansial apalagi.

Tapi, walaupun target kesana masih 2 - 3 tahun kedepan, sedikitnya gw sudah mulai siap - siap. Menyiapkan calon yg hampir tepat (bukan orang yg tepat, karena menurut gw nggak ada orang yg tepat, mustahil, yg ada cuma orang yg hampir tepat, karena orang yg kita anggap tepat pasti satu atau dua kali akan melakukan kesalahan yg sama dgn orang tidak tepat yg pernah meninggalkan atau kita tinggalkan sebelumnya), mungkin bukan yg sudah kaya, bukan yg gantengnya kaya Adam Levine, bukan yg punya mobil bagus, yg penting bisa menghadapi gw, gw yg asli, dengan semua sikap, sifat, kekurangan dan kelebihannya, yang bisa memenuhi paling tidak kebutuhan makan, selebihnya bisa di cari sama - sama. Siap - siap dengan belajar hidup sehat. Siap - siap untuk menabung, bukan untuk biaya nikah-nikahan, itu urusan nomor sekian, kalau ngga punya banyak ya jangan bikin acara besar - besar, yang penting untuk disiapkan adalah biaya setelah menikah. Dan berhubung gw pernah jadi bidan dan dicekokin dengan berbagai materi kesehatan reproduksi, ibu dan anak, yg lebih jadi fokus gw adalah persiapan finansial untuk hamil, melahirkan dan merawat anak.
Sering gw liat suami pasien yg bingung waktu istrinya melahirkan, kok tiba - tiba ada komplikasi, padahal yg disiapkan biayanya cuma cukup untuk melahirkan normal, bahkan ada juga yg ngga siap uang sama skali. Bukannya mengharapkan yg buruk, cuma buat gw inilah yg seharusnya disiapkan dari awal sebelum memutuskan menikah. Siapkah untuk hamil dan punya anak? Kalau belum siap secara fisik dan finansial tapi sudah harus menikah, lebih baik tunda kehamilannya.

So, gw mulai menabung untuk biaya itu dari sekarang, biar dibilang lebay, tapi apa salahnya meringankan beban suami nanti (dengan siapapun jadinya nanti), perempuan harus mandiri, perempuan akan lebih bisa menentukan keputusan atas dirinya, memilih yang terbaik untuk dirinya kalau dia bisa ikut serta membantu secara finansial, walaupun sedikit. Kebanyakan baru mulai menabung di trimester I, kalau menurut gw ini kurang tepat, karena walaupun kehamilan dan persalinan itu adalah suatu proses yang fisiologis, setiap wanita berisiko untuk mengalami komplikasi dalam bentuk apapun, jangan sampai urusan uang jadi pengahalang untuk memberikan penanganan dan perawatan kehamilan dan persalinan. Buat yg tertarik bisa coba pake tabungan jangka panjang yg tersedia di bank - bank, ambil yg tahunan, tiap bulannya di potong otomatis dari rekening, simple, sedikit - sedikit tapi akan sangat bermanfaat nantinya.

Yup, begitulah cuap - cuap saya, btw gw bikin postingan ini lewat aplikasi blogger di iphone, ini jempol sudah hampir keriting ketik - ketik. 

Kesimpulannya, hemat bicara, kaya upaya. This is my future plan, what's yours???

Thursday, 26 April 2012

Thank youuuu :)

Baru liat tampilan dashboard blogger yang baru dan baru tau juga kalo dashboard yang sekarang bisa ngeliatin berapa jumlah tampilan total dan jumlah tampilan per post.
Awalnya cuma bisa memantau siapa yang membaca dari comment dan respon temen - temen facebook yang sering gw share link blog ini.  Setelah liat jumlah total tampilan ternyata banyak juga yang baca blog ini, kirain cuma ratusan kali dibaca, ternyata sampe ribuan, senangnyaaaaaa.....
More than I expected.
Postingan favorit dipegang sama Tips Mencari Jurnal di Google disusul dengan Stereo Heart.

Cuma sayangnya sedikit sekali yang bisa comment di blog langsung :(
Padahal comment udah dibuka untuk semua orang loh, bukan cuma follower aja yang bisa comment.

Anyway, thanks buat yang menyempatkan membaca.
Belakangan sedang tidak mood untuk menulis sesuatu yang berhubungan dengan midwifery, public health etc, maafkan kalau lebih banyak sampah yang tertulis disana :)

Ecolovy and Geolovy

Question : 
Unrequited love, that's my speciality. Been there for about a thousand times. How could that happen to me? 
How could they get everthing they want, how could they can change their boyfriend like they changing their clothes while It's really hard for me to find one?

Answer : 
I don't know why. Bad luck??? Am I that ugly? Is there something wrong with my personality? Somebody tell me why!!!


Pernah punya pikiran seperti ini? I know u've been there Vty my friend :)


Baiklah, untuk menjawab ini sebenernya ada satu teori konyol, tapi bener dari Raditya Dika. Okee... I know, dia memang absurd. Tapi dibalik tulisan penuh kekonyolannya itu selalu terselip makna - makna mendalam *ceilah bahasa gw*. He's a good writer. He's my favorite writer.
Di salah satu bukunya yang judulnya Manusia Setengah Salmon, dia yang menganggap dirinya sebagai Prof. Dr. Raditya Dika, MBA, MSc, McD Delivery Service mengemukan sebuah teori mengenai 3 tipe jomblo (setau gw ini diadaptasi dari teori Ekonomi tentang jenis pengangguran). Karna ebahasa jomblo kurang baik digunakan, jadi saya ganti dengan kata Single.

  1. Single Struktural
    Ini terjadi karena apa yang kita punya tidak sesuai dengan yang lawan jenis inginkan. Baik dari segi fisik dan kepribadian. Contoh : laki - laki yang disuakin maunya dapet perempuan cantik, putih, langsing, tinggi semampai, badannya kaya Kim Kardhasian. Kalo gw sih ngga peduli fisik, nomor sekian urusan ini mah, kepribadian lebih penting *kita beda pendapat disini yah kawan :)*
    Kalo pepatah bilang "dari mata turun ke hati", gw nggak setuju, kalau pepatah ini diganti dengan "dari mata turun ke hati dan naik lagi ke mata jadi air mata" gw setuju karena mostly kecantikan dan ketampanan fisik tidak seimbang dengan kepribadiannya. So, kalau anda laki - laki yang mementingkan fisik diatas segalanya, karena saya sadar diri huuusshhh, sana pergi jauh - jauh. I don't have it, I'm not the one you are looking for, just go away from me.
    Untuk mengatasi ke-single-an tipe ini mudah : realistis, jangan bermimpi terlalu tinggi, seimbangkan antara penawaran dengan permintaan. 
  2. Single Cyclical
    Ini terjadi di saat - saat tertentu dimana orang lagi nggak pengen pacaran. Contoh : lagi sibuk dengan pekerjaan, lagi sibuk sama skripsi, thesis dll. Tapi kalau menurut gw tipe ini lebih ke "alasan". Maksudnya alasan untuk orang - orang single untuk membela diri kenapa tetep single. Alasan "gw lagi fokus dengan kuliah" bisa jadi alasan yang paling mudah diterima.
  3. Single Friksional
    Ini pada umumnya terjadi pada orang - orang yang baru saja mengalami broken heart dan sedang berjuang untuk moving on, jadi untuk sementara waktu memutuskan untuk nggak pacaran dulu. Single tipe ini kalo menurut gw akan sangat bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain, satu orang mungkin butuh waktu cuma 1 - 4 minggu, tapi yang lain bisa butuh waktu bertahun - tahun. Kenapa ini bisa terjadi? Menurut Ted Mosby dalam How I Meet Your Mother season 2 lupa episode berapa : The only thing that can heal a broken heart is TIME.
Nah, diantara ketiga hal tersebut renungkan, which one is you? 
Setelah gw posted ini 3 teori tadi di facebook beberapa orang bertanya, *beberapa comment gw hapus karena unappropriate untuk dikonsumsi publik, hahaha* bahkan ada yang niat banget sampe SMS (yup that's you Nyon, urusin itu suami, SMSan aja!! haha), which one is you An? 
Jawaban gw : Ada deehh, or Mau tau ajah or Kasi tau nggak yaa??? 
Tapi berkat kekekeuhan beberapa orang gw dipaksa buka mulut, mmm salah karena lewat tulisan, jadi buka jari, or.. ah whatever... yah the point is si Onyon (should I write your real name here???) bilang : Just share it an, and u'll see.... Ga ngerti maksudnya dengan u'll see ... apa, tapi yup mengikuti nasehatmu Nyon, 
I'll share it :)

Which one is me? Jawabannya : pernah mengalami ketiganya. Yang terakhir yang mana? Tipe yang pertama. Struktural. Murni.
I'm not that beautiful, rich and smart woman that he wants. Bukan orang yang bisa mengikuti pola pikir dan mengerti profesinya, bukan juga perempuan cenayang yang bisa terus - terusan menebak - nebak apa isi kepalanya. Wooohooo.... saya bodoh sekali dulu saudara - saudara!!!

Apa pelajaran yang bisa diambil : Be honest, jujur sama diri sendiri, jujur sama lawan jenis yang diincar atau dipacari atau whatever lah namanya. Kalau memang suka bilang suka, kalau tidak suka bilang tidak suka, jangan memaksakan diri, jangan ada alasan karena iba, jangan menunda - nunda untuk bilang "i don't like you", mengantung itu serba nggak enak. Kadang - kadang kita sudah all out tapi pasangan jalan ditempat, and that sucks, begitu kata seorang teman.

Teori tambahan dari gw, feeling itu ada zonanya. Dulu di pelajaran geografi kelas 1 pernah belajar tentang zona kedalaman laut?? Zona kedalaman laut itu ada 4. Zona Lithoral, Zona Neritik, Zona Bathyal, Zona Abysal. Kalau bisa di adaptasi, zona feeling juga bisa diibaratkan seperti zona ini :
  1. Zona lithoral
    Zona ini adalah zona dangkal, menganggap seseorang menarik, entah dari fisik atau performance, tapi hanya bilang oke, ni orang lumayan juga. Karena masih banyak cahaya di zona ini, banyak kemungkinan untuk melirik ke orang lain yang lebih menarik dari target. Kalo target tiba - tiba melarikan diri karena permintaan tidak sesuai penawaran biasanya mudah untuk berpindah ke lain hati.
  2. Zona Neritik
    Ini kedalamannya sudah mencapai 150 meter. Seiring dengan berjalannya waktu ketertarikan berkembang menjadi perhatian, cari - cari cara untuk stay connected, ketemuan, dll. Cuma karena masih ada cahaya juga walopun agak redup kemungkinan untuk melirik yang lain yang lebih menarik masih ada, cuma frekuensinya menurun. Kalo target tiba - tiba melarikan diri karena permintaan tidak sesuai penawaran biasanya hanya butuh waktu 1 - 2 minggu untuk move on.
  3. Zona Bathyal
    Sampe di zona ini kedalamannya mencapai 150 - 1000 m. Sudah gelap, cahaya minim. Rasa sudah mendalam, keinginan untuk lirik2 menurun drastis. Sampe di fase dimana kita merasa sangat nyaman dengan target, sudah yakin, dan merasa "yes, he's the one I'm looking for". Kalo target tiba - tiba melarikan diri karena permintaan tidak sesuai penawaran biasanya butuh waktu cukup lama untuk move on.
  4. Zona Abysal
    Semuanya gelap gulita, zona paling dalam. Kalau sudah sampe di fase ini proses move on bakalan susah. Dunia berasa milik berdua, yang lain ngontrak, begitu kata anak muda jaman dulu. Sangking dalemnya, ketika terjadi suatu masalah, biasanya mata, telinga, tidak akan mau melihat dan tidak mau mendengar, apa yang baik terlihat sangat baik apa yang buruk tetep keliatan baik. Kalo target tiba - tiba melarikan diri karena permintaan tidak sesuai penawaran biasanya butuh waktu sangat lama untuk move on, bulanan bahkan tahunan.
Menurut beberapa orang gw terlalu picky, banyak pilih, tidak membuka diri. Padahal maksud gw bukan picky atau tidak memberi kesempatan, karena pernah merasakan broken heart tingkat kronis gw nggak mau melakukan hal yang sama ke orang lain. Kalau dari awal tidak tertarik lebih baik tidak dilanjutkan sama sekali. Menjalankan prinsip ahimsa ala Mahatma Gandhi, disakiti itu nggak enak, jadi jangan menyakiti. Tidak perlu coba - coba, kalo kata iklan kan : "buat Ana(k) kok coba - coba. Putuskan apakah akan dilanjutkan atau tidak pada zona lithoral, paling lambat di zona neritik. Saya pernah merangkak dari zona abysal, dan itu suuuuusaaaaahhhhhh sekali saudara - saudara, lama, lama sekali.

Cuma sekarang masalahnya, apakah orang lain punya pemikiran yang sama? Coba - coba, atau ada rasa terpaksa, berusaha menerima, atau pura - pura menerima, lalu jika ada yang sedikit "cling" akan kebirit - birit lari and leave me alone, again. Hindarkan diri dari menjadi seorang pemberi harapan palsu (lagi - lagi meminjam istilah Raditya Dika), orang - orang seperti ini harusnya dihukum pancung, hahahaha.

I don't want to be that broken hearted girl anymore. I'm tired of having the unrequited one. So please, kalau memang mau pergi, kalau memang tidak mau, mumpung belum masuk ke zona Abysal dan masih mudah untuk move on, pergi saja sekarang. 

Sunday, 22 April 2012

Belajar Kreatif

Seperti yang sudah berkali - kali gw bilang di blog ini, gw bukan pelajar/mahasiswa yang baik di kelas. Persentasi gw dengerin dosen atau guru dikelas cuma 25%, selebihnya : Berkreasi. Entah itu menggambar, menulis atau sekarang online, bahkan nonton film, hahaha.

Nah, puncak kekreatifan ada di masa SMA terutama kelas 2 dan 3. Why?? Karena di kelas 2 gw duduk berdekatan dengan 2 manusia yang sama tidak bisa fokus ke guru di kelas, dan berkreatifitas selama pelajaran dan semakinlah kami merajalela karena duduk deketan.

Vetty dan Maya are my partner in crime, entah apapun mata pelajarannya, fisika, kimia, biologi, matematika apapun, kami akan tetap stuck di pelajaran seni rupa (menggambar, mewarnai), seni musik (mendengarkan CD player atau walkman), dan beberapa kali pelajaran seni budaya (bawa teh manis, minum teh pake tutup botol minum ala Jepang dan makan biskuit). Giliran pelajaran Fisika, gurunya suka tiba - tiba suruh kami ngerjain soal kedepan satu - satu, tapi ini bisa dengan mudah diatasi karena ada otak cadangan yang tetep stay tuned ke pelajaran : Otaknya Andris (teman baik hati yg jago berhitung dan mau berbagi jawaban). 
Kalo lagi asik gambar - gambar tiba - tiba Guru Fisika berkata : Yak, Ni Wayan maju kerjakan soal no 3, maka : gw maju bawa buku, sampe di kursi Andris yang duduknya no 2 dari depan, tuker bukunya sama punya dia yang udah ada cara dan jawabannya, tinggal salin deh di papan tulis. Selesai.

Nih, beberapa gambar dari Sketch Book yang berhasil gw selamatkan dari tukang loak yang ngorek - ngorek kardus buku - buku SMA gw :

Sketch Book kita *covernya unyu pisan*

Isinya :







Itu dua gambar terakhir karikaturnya Josh Groban sama Cristian Bautista yang dibuat sama Maya. Yang bikin heran kenapa bibirnya dower semua dan di giginya pake tulisan *Cring!*
Gambar - gambar ini kebanyakan dibuat dan diselesaikan sama - sama. Ada yang bikin sketch ada yang ngewarnain. Semuanya diwarnain pake spidol 24 warna yang sengaja dibeli untuk kebutuhan ini, luar biasa niat (>.<)

Itu kelas 2, di kelas 3 karena Maya menghilang dan tinggal gw sama Vetty yang sekelas lagi kami jarang gambar, ganti dengan rajin nulis. Nambah lagi partner in crimenya sama Riza dan Reny. Buku catetan isinya tulisan - tulisan nggak jelas, curhat - curhatan absurd dan umpatan serta makian doang isinya. Binder gw adalah pusat dari semua kegiatan tulis menulis. Dan masih gw simpen loooh saudara - saudara. Ini isinya :

Ini gw tulis entah lagi pelajaran apa, kayanya sih Fisika. Gw berkhayal ada hurricane (badai) menerjang sekolah dan menerbangkan guru - guru jadi sekolahnya diliburkan *sinting*.

















Bukan ini bukan buku catatan yang dipelajari jd berwarna stabilo dimana - dimana. Ini salinan sms - sms antara seorang tokoh khayalan yang kami buat untuk ngerjain seseorang. Sangking serunya ngerjain dan emang si orang yg dikerjain entah bodoh atau lugu percaya - percaya aja bahwa tokoh khayalan itu beneran ada. Bagian ngerjain orang ini jadi best moment gw di SMA. Unforgettable moment, konyol banget dah. We call her "Dewi Cipluk", remember???
 Ini gw lagi cerita suasana waktu kita di rumahnya Riza. Panas - panas disuguhin lagu heavy metal sama adeknya yang cowok. Gaya lu pada udah pada ngga jelas smua dikamarnya.
Ini cerita betapa gw stress menjelang Ujian Saringan Masuk UGM yang mana gw akhirnya gagal total, hahaha.
Kenapa ya dulu gw pengen banget masuk Farmasi, padahal kemampuan Kimia dan hitungan gw "ndableg" banget. Kali bagi tambah kurang aja lemot apalagi itung dosis.
Untung gw nggak jadi masuk Farmasi, bisa gila gw belajar kimia tiap hari. Mungkin gw belom lulus juga sekarang kalo gw jd di Farmasi, hahaha.
Yang ini entah apa isi otak gw waktu itu, gw bikin gambar tarian pengusir UAS.
Ini sama onyon nya, akibat stress menjelang UAS, UAN dan SPMB beginilah jadinya, bukannya belajar yah gw dulu malah nulis - nulis beginian. *koplak*
Itu binder isinya beginian semua, bahkan sampe kelar UAN pun gw masih ngelanjutin nulis di rumah. Sampe itu kartu pendaftaran Ujian Saringan Masuk UNPAD, UGM, SPMB masih gw simpen. Lumayan buat nunjukkin ke anak cucu betapa gw dulu begitu bodoh. UM UGM ngga jebol, SMUP UNPAD ngga niat ngerjain soal, SPMB lulus tapi malah dibuang. Paling ngga gw pernah jadi calon mahasiswa Psikologi UI dan kemudian di blacklist karena nggak daftar ulang lalu dikata - katain bego sama anak sekelas, hahaha. 
Hasil dari perbuatan semena - mena dikelas, kemalasan dengerin guru dan kekreatifan kami di kelas lumayan juga, Vetty masuk IPB, Riza masuk UI, Reny masuk STMB Telkom, Maya di Monash University dan gw *entah kenapa milih* masuk Kebidanan UNPAD. 

Banyak dosa kita sama guru - guru itu, harusnya kita sujud mohon ampun sama mereka waktu pelepasan.











Wednesday, 18 April 2012

Stereo Hearts (terjemahan)

Nonton Glee pulang kerja, pas banget temanya The World's Greatest Love Songs, nah ada lagu Stereo Hearts yang dinyanyiin sama God Teamnya Glee. Karena Star World TV punya selalu pake subtitle terjemahan berbahasa Indonesia jadi lagu ini juga diterjemahin. Baru gw bener - bener nyambung isi lagu ini, terutama di bagian Rap nya. Artinya kira - kira begini :

Stereo Hearts (Glee Version)

My heart's a stereo

It beats for you, so listen close
Hear my thoughts in every no-o-o-te
Make me your radio
And turn me up when you feel low
This melody was meant for you
Just sing along to my stereo


If I was just another dusty record on the shelf
Would you blow me off and play me like everybody else?
If I asked you to scratch my back, could you manage that?
Like yea fucked up, check it Travie, I can handle that
Furthermore, I apologize for any skipping tracks
It's just the last girl that played me left a couple cracks
I used to, used to, used to, now I'm over that
'Cause holding grudges over love is ancient artifacts


If I could only find a note to make you understand
I'd sing it softly in your ear and grab you by the hand
Just keep it stuck inside your head, like your favorite tune
And know my heart's a stereo that only plays for you



[Chorus:]
My heart's a stereo
It beats for you, so listen close
Hear my thoughts in every no-o-o-te
Make me your radio
And turn me up when you feel low
This melody was meant for you
Just sing along to my stereo



[Bridge:]
I only pray you'll never leave me behind (never leave me)
Because good music can be so hard to find (so hard to find)
I take your head and hold it closer to mine (yeah)
Thought love was dead, but now you're changing (yeah) my mind (come on whoa)




Terjemahan Bahasa Indonesianya :
Hatiku seperti sebuah stereo (alat pemutar musik) yang diputar untukmu, jadi dengarkan baik - baik. 
Dengarkan isi hatiku dalam setiap nadanya. 
Jadikan aku seperti sebuah radio yang dihidupkan ketika kamu merasa bosan (atau lelah?). 
Melodi ini untukmu, mari bernyanyi bersamaku.

Andaikan saja aku sebuah kaset rekaman yang sudah berdebu di rak. 
Maukah kau membersihkan debunya dan memainkan aku di stereomu. 
Aku minta maaf kalau ada beberapa lagu yang tidak terputar, itu karena wanita 
(on my case : laki - laki) sebelumnya yang memutarku meretakkanku dibeberapa bagian. 
Tapi tenang saja aku bisa mengatasi itu, karena memelihara dendam cinta itu kuno. 

Seandainya saja aku bisa menemukan sebuah nada yang bisa membuatmu mengerti
aku akan menyanyikannya dengan lembut di telingamu dan memelukmu
hanya untuk memastikan laguku terus terngiang di kepalamu seperti lagu favoritmu dan kau tahu kalau hatiku seperti sebuah stereo yang terus akan memutarkan lagu untukmu

Aku hanya bisa berdoa kau tidak akan meninggalkanku
karena musik yang bagus susah didapatkan
akan kuraih kepalamu dan kupeluk lebih dekat denganku
ku pikir cinta sudah mati tapi kau mengubah pikiranku

Hatiku seperti sebuah stereo (alat pemutar musik) yang diputar untukmu, jadi dengarkan baik - baik. 
Dengarkan isi hatiku dalam setiap nadanya. 
Jadikan aku seperti sebuah radio yang dihidupkan ketika kamu merasa bosan (atau lelah?). 
Melodi ini untukmu, mari bernyanyi bersamaku.

*beberapa bagian dihilangkan dari Stereo Hearts versi Glee*

Ngekek gw baca terjemahannya, agak absurd tapi lirik lagu ini bagus dan "PAS". Selain itu gw selalu suka semua lagunya Adam Levine karena dia ganteng, hahaha.

Selama ini jarang gw nonton Glee karena gw pikir ini film ababil, tapi ternyata bagus juga. Banyak makna yang bisa diambil dari film ini. Terutama karena diversity diantara karakternya yang bisa buat penontonnya terinspirasi untuk mentoleransi perbedaan apapun, ras, suku, bahkan orientasi seksual (gay dan lesbian). Cuma harus ada pembatasan penonton, 17 tahun keatas, karena cukup banyak adegan dan kata - kata yang nggak appropriate buat anak - anak. 



Back to World's Greatest Love Songs, ada lagi satu lagu bagus yang errr.... sebenernya agak alay penyanyinya. Tau boy band Inggris yang namanya One Direction? Nah, si adek gw demen banget sama mereka (yup, gw lebih mendukung ini dari pada Smash) dan lagunya yang judulnya One Thing entah berapa kali sehari diputer, lama - lama setelah didenger liriknya baik - baik ternyata bagus juga lagunya. Ini nih liriknya :

One Thing (One Direction)

I've tried playing it cool
But when I'm looking at you
I can’t ever be brave
'Cause you make my heart race

Shot me out of the sky
You're my kryptonite
You keep making me weak
Yeah, frozen and can't breathe

Something’s gotta give now
'Cause I’m dying just to make you see
That I need you here with me now
'Cause you've got that one thing

So get out, get out, get out of my head
And fall into my arms instead
I don't, I don't, don't know what it is
But I need that one thing
And you've got that one thing

Now I'm climbing the walls
But you don't notice at all
That I'm going out of my mind
All day and all night

Something’s gotta give now
'Cause I'm dying just to know your name
And I need you here with me now
'Cause you've got that one thing

So get out, get out, get out of my head
And fall into my arms instead
I don't, I don't, don't know what it is
But I need that one thing

So get out, get out, get out of my mind
And come on, come into my life
I don't, I don't, don't know what it is
But I need that one thing
And you've got that one thing

Kalau diterjemahin ke Bahasa Indonesia ini lagu cocok banget buat dinyanyiin Syahrini, karena lagunya SESUATU semua liriknya. Karena liriknya gampang ngga usah diterjemahin semua lah ya, cuma bagian lagu yang Syahrini banget aja nih :

"keluar - keluar - keluar dari pikiranku, dan datanglah ke dalam hidupku, aku tidak tau apakah ini, tapi aku butuh SESUATU dan kamu punya SESUATU yang aku butuhkan itu"

tuh kan sesuatu banget deh... coba Syahrini beli ni lagu buat di bikin versi Indonesianya, hahahaha.

Tapi diluar kesesuatuannya lagu ini bagus, liriknya bagus, sederhana tapi dalem dan "PAS" :)

Monday, 2 April 2012

Minggu, 06 Juli 2008 : ABC (Anak Bule Celamitan)

Di rumah tante cuman 2 jam, jam 5 kita langsung berangkat lagi ke bandara, tapi cuman 15 menit perjalanan doang si, deket.....

Karena eh karena om gw petugas imigrasi bandara, jadilah gw,nyokap, n adek gw bisa ikut masuk nganterin dek Gung Ti n mama papa balinya sampe ke lounge gate C4
Biasanya kan cuman sampe batas boarding aja.

Ternyata pesawatnya di delay 1 jam. Fuh... di delay pas boarding 1 jam, ntar pasti bakalan di delay lagi paling gak setengah jam. Semua maskapai sama aja!!!!!

Jadi gw terduduk di ruang tunggu,,,,
Di sebelah gw ada pasangan, satunya bule,kurus bgt, kaya2 pelukis gitu gayanya, yg cewenya maniss bgt, pastinya orang Indonesia, tapi kaya orang2 papua gt. Trus ada anaknya, cowok, sekitar 4 – 5 tahun gt, lucu bgt, rambutnya gondrong2 gt... pengen gw gigit.

Si anak bule itu gak bisa diem, lari sana-sini... adek gw si Sinta karena ga betah diem dia ikut2an lari2 sama si anak Bule, adek gw yg kecilan jadi ikutan. Trus si anak bule ngeluarin balon se pak dari tasnya, minta tiupin sama adek gw, tapi gak bisa2 jadi dia sodorin aja tu balon ke om gw. Setelah masing2 punya 1 balon, tu anak tiga meliar di airport, jerit2,lompat2... padahal bahasa inggris adek gw cuman sekedar hello, my name is, how are you,thank you n no smoking, jadi mereka pake bahasa isyarat. Tampak bodoh!

Sampe akhirnya, kita dapet snack bonus karena pesawatnya di delay, gw kan mo buka roti gw, eh si anak bule langsung ngedatengin gw n nengadahin tangannya ke gw,,,
”i want it” kata si bule
“you want my bread??”
Dia angguk2, karena gw laper juga, tu roti mo gw bagi dua,eh dia geleng2
“no, I want all of it” dasar ni bule rakus,hehe, karena gw baik hati gw kasi smuanya.
Dia makan roti juga sambil lompat2, gw heran dia ga capek2 padahal adek2 gw aja udah ngos2an smua.

Pas lagi main, tiba2 tu anak jerit2…
Nyak babeh si anak bule itu lagi pada ga ada, ke wc kali, emak gw sampe geleng2 sama orang tua anak bule itu, kok bisa ninggalin anaknya sendirian.
Dia jerit2 gara2 balonnya bisa terbang,sebenernya gara2 dia naro balonnya pas diatas AC bandara yg emang letaknya di bawah kaya bangku gtu bukan digantungin di atas,jadi anginnya ngebuat balonnya terbang.
”wow... look at mine.... looookkkk!!!!” jerit si anak bule, karena ga ada yg ngeliatin,dia sampe lompat2 nunjuk2 balonnya.
Karena gw iba dia gak ada yg ngeladenin akhirnya gw samperin.
”wow... thats cool, its like a magic!”
“yes,,, look, that’s a magic!” trus dia jerit2 lagi.
Gw diliatin orang2 karena dia teriaknya stereo bgt, dikira gw emaknya kali ya??? Kok bisa anaknya bule emaknya negro??? Gyahahahaha...

Capek jerit2, dia ambil jatah minum gw n minta bukain, buset dah ni anak bule.... emak bapaknya kmana si??? Kok jd gw yg ngurusin anaknya????

Pas minum dia juga ga bisa diem, jalan2 kemana-mana, gw sampe tarik2 dia
”hey, just sit down”
Gw ga digubris, dia malah numpahin airnya ke baju.
Basah deh bajunya!
Gw sampe bilang ke om gw supaya ke informasi, suru cari emak babehnya, jangan2 ni anak sengaja ditinggalin gara2 emak babehnya ga sanggup ngeladenin anaknya yg hiperaktif ini!!! Kan ga lucu gw harus bawa pulang anak bule,,, gw belum siap untuk jadi ibu.... gyahahahahahahaha......

Untung belum dibawa ke informasi emak babehnya udah dateng...
gw serem ama babehnya, jadi gw bilang aja ke tu anak bule :
”look at you, your shirt is wet, ask your mom to change it, come on!”
Tu anak bule nurut n dia minta ganti baju, tapi emaknya malah bilang
“nono, its ok!” trus dia malah ngetik2 di lap top!

Gw shock!!!!
Emak macam apa kau!!!????? Tar kalo anaknya masuk angin gimana????
mmm.... ngomong2 bule tau masuk angin gitu ya???

Si anak bule masih terus beraksi, dia sekarang loncat2 diatas AC.. gw serem ngeliatnya...
”get down boy... get down!”
Gw ga digubris, gw liat mak babehnya, pada dengerin musik di laptopnya,,, dasar mak bapak bule yg SEDENG!!!!

Tu anak kayanya laper, dia tiba2 dateng bawa roti lagi, ternyata dia buka2 kotak snack orang cina yg duduk di belakang gw. Buset dah.... anak bule kok celamitan ya?????

2 jam gw menunggu....
2 jam gw jadi baby sitter anak bule...
2 jam gw ngutuk2 emak bapaknya si anak bule...
Tibalah saatnya berpisah dengan adek gw n anak bule itu.
Pas dia mo ke pesawat dia dadain gw n bilang ”good bye, we play baloon again next time OK?!” gw terharu….. ternyata tu anak bule demen juga maen ma gw ya??? Gw cuman senyum n angguk2 ke dia.
Mak si bule nyamperin ”makasi ya,,, Phineas emang suka bandel”
Gw senyum aja, padahal gw pengen nimpuk emaknya!

Pelajaran untuk hari ini : Anak Bule juga bisa Celamitan ---- Anak Bule Celamitan (ABC)

Hehehehehe....